Safari Ritual

Dari Panti Asuhan, Kaum Dhuafa sampai Grebeg Janda

Seperti lembaga sosial lainnya Majelis Ilham Indonesia yang biasa dikenal dengan MII mengadakan beberapa agenda kegiatan dibulan ramadhan ini diantaranya adalah Kajian ke-Islam-an yang ditempatkan di beberapa daerah antara lain di Surabaya, Tuban, Gresik, Surabaya, Madura, Malang dan Jember. Kajian tersebut bertujuan untuk mensinergikan kebutuhan ritual masyarakat dan keluarga BMI yang sekaligus menyampaikan pesan moral dari BMI khususnya yang berada di Hongkong kepada masyarakat dan memohon dukungan doa dari masyarakat agar keberadaan BMI khususnya di hongkong senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah swt.  Acara tersebut diisi juga dengan pembekalan dengan metode role playing spiritual yang di pandu langsung oleh pengurus PPMII. Kegiatan ini cukup menjadiperhatian masyarkat, karena image BMI di masyarakat tidak sama seperti kenyataan yang terjadi saat ini, khususnya kegiatan keagamaan yang telah di bangun oleh BMI sama sekali tidak disangka. “saya sama sekali tidak menyangka bahwa BMI banyak melakukan aktifitas keagamaan seperti yang terjadi di Hongkong” tutur Moh.Syaifuddin, warga kelurahan Indrodelik Kab.Gresik setelah mengikuti rangkaian ancara tersebut. selain kegiatan tersebut safari ritual adalah bagian dari agenda acara yang dilakukan PPMII Adalah kungjungan beberapa tempat-tempat dan lembaga pendidikan bersejarah di Jawa Timur. Tempat-tempat tersebut adalah Makam Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Bungkul di Surabaya, Sunan Giri di Gresik, Sunan Derajat di Lamongan, Sunan Bonang di Tuban, Pondok pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Pondok pesantren Al-Ayyubi di Bangkalan Madura,Yayasan Yatim Piatu Ar-Rahman di Kromengan Malang. Dibeberapa tempat tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Majelis Ilham Indonesia (PP.MII) H. Syamsul Arifin menyatakan bahwa perjuangan yang dilakukan oleh para wali dan sejarah pendidikan yang kita kunjungi saat ini adalah suatu pelajaran dari sejarah dakwah di Indonesia yang bisa dijadikan bekal dan rujukan bagi saudara-saudara kita yang saat ini sedang berdakwah di Hongkong dan Negara-negara lain. “Suatu perjuangan yang membutuhkan tenaga, pikiran, kesabaran, kejujuran, keteguhan prinsip, sikap yang santun, berani dalam kebenaran, dan istiqomah dalam melakukan dakwah, apalagi dalam situasi saat ini. Ditengah kesibukan mengurusi pekerjaan yang merupakan kewajibannya, saudara-saudara kita masih menyempatkan untuk berdakwah dan ini adalah suatu kegiataan yang tidak mudah dilakukan”. ungkap pria yang pernah tinggal di Amerika tersebut.

“SEKEDAR BERBAGI”

PPMII yang merupakan perwakilan dari MDz Ilham Hongkong juga menyerahkan bingkisan Hari Raya Idul Fitri 1429 H ke beberapa tempat antara lain di Taman Pendidikan Al Qur’an ILHAM Bantur Malang berupa 1 unit Komputer dan di Yayasan Yatim Piatu Ar Rahman, Kromengan Malang berupa bingkisan “Sekedar Berbagi” Idul Fitri. Penyerahan computer di terima langsung oleh H.Damanhuri kepala TPQ ILHAM, sedangkan penyerahan bingkisan diterima langsung oleh 200an Anak-anak Yatim piatu di Yayasan tersebut. Dalam sambutannya H.Syamsul Arifin sambil meneteskan air mata mengatakan “saya sangat terharu dengan keadaan anak-anak kita ditempat ini, dan ini semua adalah merupakan tanggungjawab moral kita bersama untuk membesarkan, mendidik, menyantuni dan mengarahkan mereka sampai mereka berhasil dan sukses. Atas nama Majelis Dzikir ILham Hongkong dan Majelis ILHAM Indonesia, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar bingkisan yang kami bawa saat ini. Dengan demikian saya hanya bisa meminta doa dari anak-anakku semua agar kami Majelis Dzikir Ilham yang berada di Hongkong dan Majelis Ilham Indonesia senantiasa diberikan kekuatan dan dikabulkan hajat dan cita-cita kami serta diberikan keleluasan rizki dalam usaha-usaha perjuangan agar kami bisa selalu berdampingan dan istiqomah bersama-sama dalam menggapai cita-cita dan harapan yang baik.Semoga Allah swt mengabulkan hajat mulia kita bersama. Amin. berbeda dengan bung syam,sapaan H.Syamsul Arifin, M.Sukri yang mewakili Yayasan Yatim Piatu Ar-Rahman dalam sambutannya menyampaikan “terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Ilham Indonesia dan MDz Ilham Hongkong serta saudara-saudara BMI di Hongkong yang telah menyempatkan untuk datang ke tempat ini sekaligus melihat dari dekat keberadaan Yayasan ini. Kami merasa bangga bahwa masih ada organisasi yang peduli dengan kami, karena PPMII masih memperhatikan keberadaan Yayasan yang berada di tengah-tengah mayoritas non muslim”. Ia juga menambahkan dari sejarah berdirinya, kami hanya bermodalkan keyakinan bahwa yang kami lakukan adalah benar meski harus berada di tengah-tengah mayortas non muslim, kegiatan belajar anak-anak seringkali di hambat, pembangunan yayasan yang selalu dipersoalkan oleh RT, RW, Lurah (karena mereka memang non muslim), sampai pada waktu-waktu adzan yang selalu di ganggu dengan musik-musik dengan volume keras oleh para masyarakat non muslim sekitar. “tapi alhamdulillah kami tetap diberikan kekuatan,kesabaran dan ketabahan oleh Allah swt sampai saat ini.” tutur pria 36 tahun ini.

GREBEG JANDA

Kegiatan lain PPMII adalah “Grebeg Janda” kegiatan ini dilakukan oleh PP.MII di bulan suci Ramadhan. Pengurus PPMII secara langsung mendatangi janda-janda tua ke rumah-rumah di perkampungan yang tersebar dibeberapa tempat. Kedatangan PPMII memang sempat menjadi kejutan bagi mereka karena tanpa pemberitahuan sebelumnya, tak ayal banyak janda-janda yang kaget dan bertanya-tanya. Mbok Niroh salah satu janda di Desa Indrodelik Kec. Bungah Kab. Gresik, sambil terisak dan meneteskan air mata mengaku bahagia. “suwun sanget nak..mugi-mugi sedoyo dulur-dulur tkw dateng hongkong lan dulur saking NGILHAM Hongkong kalean Indonesia Kabul hajate, rizkine lancar”(terima kasih banyak nak, semoga saudara tkw hongkong dan saudara-saudara pengurus ILHAM hongkong dan Indonesia dikabulkan hajatnya, rizkinya lancar). Demikian ungkapan doa mbok Niroh setelah disampaikan bahwa yang datang adalah pengurus PPMII yang merupakan perwakilan MDZ ILHAM Hongkong.

BEKERJA DAN BERBAGI

HALAQOH SABTU DAN PPMII

Puncak kegiatan PPMII pada bulan Ramdhan ini berlansung di Desa Kedunglangkap Kec.Kencong Kab. Jember bekerjasama dengan Halaqoh Sabtu Masjid Ammar Wan Chai Hongkong. Bingkisan senilai Rp. 65.000 tersebut dibagikan kepada 200 yatim piatu dan kaum dhuafa. dalam acara “Bekerja dan Berbagi” Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa bersama Halaqoh Sabtu Masjid Ammar Wan Chai Hongkong dan Pimpinan Pusat Majelis Ilham Indonesia (PPMII). Acara dimulai jam 4 sore diawali dengan pembacaan fatihah, dilajutkan dengan pembacaan ayat suci alqur’an dan sambutan. Acara inti yaitu Tausiyah Ramadhan sekaligus doa yang disampaikan oleh H. Syamsul Arifin (Ketua Umum PPMII) dan dilanjutkan dengan buka bersama. Mbak Linda selaku ketua Halaqoh sabtu, pada sela-sela acara tersebut mengungkapkan kegembiraannya karena antusias masyarakat yang begitu tinggi. “semoga halaqoh sabtu dan PPMII bisa melakukan kegiatan ini secara rutin untuk tahun berikutnya, dan yang paling penting adalah semoga PPMII bisa membantu masyarakat disini untuk mengembangkan pendidikan yang lebih maju lagi”. Demikian disampaikan oleh mbak Linda yang juga pengurus MDz ILHAM Hongkong ini. Dalam tausiyah yang hampir 1 jam 30 menit itu H.Syamsul Arifin, lebih banyak menekankan pada pentingnya menata diri, menyiapkan mental dalam beribadah dan selalu ikhlas dalam melakukan sesuatu. Dia mencontohkan seorang suami yang ditinggalkan istrinya bekerja diluar negeri. Seorang istri yang bekerja diluar negeri dan merasa sudah memagang kendali keuangan dalam keluarga kadangkala lebih meremehkan sosok dan peran suami yang ada dirumah, bahkan cendrung tidak menghormati layaknya suami yang harus ditaati, hal ini adalah fakta banyak terjadi. Begitu juga sebaliknya, banhyak suami yang merasa bebas setelah ditinggal istrinya keluar negeri dan hanya menghambur-hamburkan uang hasil keringat istrinya dirumah. Ini semua terjadi karena kekurangfahaman dan kurangnya saling pengertian diantara keduanya. “salah satu alternatifnya adalah menanamkan dan memberikan kepercayaan serta menjaga kepercayaan yang telah di ikrarkan oleh pasangan suami istri yang dilandasi kejujuran dan keterbukaan dengan mengenyampingkan suudhan dan sikap yang emosional yang tentunya sifat dan sikap yang Ikhlas adalah modal utamanya”. ungkap syamsul. Agama adalah dasar utama dalam melakukan sesuatu kebajikan dan perjuangan, kehidupan keluarga juga harus selalu bersandar pada agama termasuk sikap dan prilaku suami istri sehari-hari. tambahnya .Dalam kesempatan yang sama Syamsul Arifin juga mengupas tentang hakikat menyantuni anak yatim, amanah Rizki yang diberikan oleh Allah swt dan kewajiban setiap manusia dalam dakwah menegakkan agama Islam distiap lorong dan waktu yang kesemuanya harus dilakukan dengan hati yang ikhlas dan semata-mata karena Allah swt.

Leave a Reply