Halal Bi Halal BMI di Taipo

Hj. Imas Maskuroh

Hj. Imas Maskuroh

Halal Bi Halal
Halal Bi Halal


Sampai hari ke 12 suasana Idul Fitri 1429 H. masih sangat terasa di Hongkong yang salah satunya dilaksanakan komunitas BMI di Taipo Hongkong. Sekitar seratus BMI ini mengadakan halal bi halal yang di tempatkan di Toko Indonesia Abadi, tempat yang sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia di Taipo dan menjadi jujukan rutin mayoritas BMI setiap libur hari minggu. Acara yang di pelopori BMI bernama Veronika ini tergolong unik dan mempunyai kesan tersendiri. Pasalnya peserta Halal bi Halal ini tidak hanya di hadiri oleh BMI yang setiap minggunya beraktifitas di organisasi keagamaan tapi juga dihadiri dari berbagai macam kalangan komunitas dan bukan hanya masyarakat muslim di taipo.

“Saya sendiri bukan muslim, saya sangat terharu, terenyuh bahkan meneteskan air mata ketika mendengar bacaan Al-Qur’an. saya bangga sekaligus mengikuti perkembangan teman-taman yang aktif di organisasi keagamaan pada setiap momentum religius yang di adakan oleh teman-teman”.

Wanita berparas cantik yang banyak dikenal oleh BMI di Taipo itu juga mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya Halal Bi Halal ini agar bisa menjadi support bagi teman-teman di Taipo agar menjadi lebih baik, lebih berfikir dewasa, mengerti makna dan tujuan hidup serta lebih banyak tahu hal-hal yang yang negatif dan positif menurut agama. “Kami butuh support dalam segala sesuatunya dan yang jelas ingin lebih baik dari yang saya lakukan saat ini berdasarkan anjuran agama” tambahnya.

Dalam acara tersebut Veronika mengundang Hj. Imas Maskuroh, Ketua Umum Majelis Dzikir Ilham Hongkong untukmemberikan “wejangan” hidup. Umi Imas dia biasa disapa hadir pada acara itu bersama beberapa pengurus MDz ILHAM yang lain antara lain Ibu Yanti (MDz ILHAM Couseway bay), Nurul Istiqomah (MDz ILHAM Shatin), Miftahil Jannah, Rismi, Atik (Wartawan Indonews), Winarsih (MDz ILHAM Shatin), Hasanah dan Fia (ketua MDz ILHAM Ma Onshan).

Dalam Tausiyahnya Umi Imas menyampaikan lima falsafah hidup seperti yang di anjurkan baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda : “Ingat lima perkara sebelum datang lima perkara yaitu ingat ketika muda sebelum datangnya tua, masa lapang sebelum datangnya sibuk, masa senang sebelum datang susah, masa sehat sebelum datang sakit dan masa hidup sebelum datangnya mati.”Peringatan Rasulullah itu bagi mendorong umatnya meningkatkan amalan kebajikan sebelum tiada lagi peluang untuk beramal, terutama apabila kedatangan ajal.
Akhlak Umat terdahulu hingga ke masyarakat jahiliah mencapai tamadun tinggi, tetapi rusak akhlak. Akhirnya mereka binasa. Kini dunia Barat juga berada pada keadaan sama. Malangnya, umat Islam yang kebanyakan mundur sudah mengikut jejak langkah akhlak Barat. Keruntuhan akhlak umat Islam lemah. Unsur negatif Barat berleluasa di kalangan umat Islam yang juga bertindak kasar, ganas, saling rakus, dengki, menghasut, tidak mempunyai nilai kasih sayang dan perpaduan. Keprihatinan inilah yang kita khawatirkan menjadi budaya bangsa Indonesia khususnya BMI yang ada di Hongkong ini. Jelas Ibu satu anak ini.

Wanita yang juga BMI asal Jepara ini juga mengulas beberapa hadits Rasulullah yang berbunyai “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Ia juga memberi contoh Siti Aisyah menyebut peribadi Rasulullah sebagai akhlak al-Quran. Begitu juga dengan sahabat Baginda yang sangat berakhlak, bersopan, bertertib, berbudi pekerti luhur dan bertatasusila dalam segala hal. Peribadi mulia itu ditunjukkan sama ada terhadap Allah, manusia atau haiwan. Umat Islam perlu berhijrah dalam aspek sikap yaitu membuang yang negatif sebaliknya menyuburkan sikap positif. Mengikis sikap pesimis sebaliknya diganti dengan optimis.Andainya kesukaran hidup menjadi gangguan untuk mentaati Allah, maka perlu pula berusaha meningkatkan taraf hidup. Kemajuan dan pembangunan umat juga perlu senantiasa dikembangkan. (sy)

Leave a Reply