<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MajelisIlham.Com &#187; OPINI</title>
	<atom:link href="http://majelisilham.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majelisilham.com</link>
	<description>Majelis Ilham Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 19:12:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>“Ikhlas”, Ilmu Tertinggi di Alam Semesta Ini</title>
		<link>http://majelisilham.com/2009/10/10/%e2%80%9cikhlas%e2%80%9d-ilmu-tertinggi-di-alam-semesta-ini/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2009/10/10/%e2%80%9cikhlas%e2%80%9d-ilmu-tertinggi-di-alam-semesta-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 05:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlas adalah sebuah energi Ilahi yang mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia di muka bumi ini. Juga merupakan sumber dari seluruh energi yang ada di alam semesta ini dengan intinya adalah manusia itu sendiri. Makanya ikhlas ini sangat subjektif adanya, dan begitu banyak terminogi yang mendefinisikan tentang ikhlas ini. Meski makna dan nilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikhlas adalah sebuah energi Ilahi yang mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia di muka bumi ini. Juga merupakan sumber dari seluruh energi yang ada di alam semesta ini dengan intinya adalah manusia itu sendiri. Makanya ikhlas ini sangat subjektif adanya, dan begitu banyak terminogi yang mendefinisikan tentang ikhlas ini. <span id="more-315"></span>Meski makna dan nilai serta tujuannya adalah sama yakni bagaimana kita penyerahan diri kita secara totalitas kepada Allah SWT. Namun wujud konkritnya dalam kehidupan sehari-hari begitu sulit untuk mengaplikasikannya !” Maka dari itu saking tidak mudahnya, sudah menjadi bukan rahasia umum lagi bagi yang mendalami pemahaman tasawuf, ikhlas adalah merupakan ilmu yang tertinggi di alam semesta ini.</p>
<p>Memaknai sebuah ikhlas atau keikhlasan memang tidak semudah yang dibayangkan ! diperlukan sebuah latihan yang tentunya didasari oleh sebuah pemahaman serta keimanan dan keyakinan yang utuh kepada Allah SWT. Ditambah dengan mental serta daya juang yang kuat untuk mencapainya. Ketika kita dihadapkan oleh sebuah realita yang buruk dalam hidup ini, maka disinilah peran ikhlas ini kita fungsikan. Bahkan disaat senang kita juga dituntun untuk selalu dalam keadaan ikhlas. Memang letak sulitnya dalam kehidupan ini adalah ketika manusia dituntut untuk selalu ikhlas dalam keadaan apapun suka maupun duka.</p>
<p>Lebih lanjut memaknai sebuah keikhlasan ini adalah bagaimana diri kita selalu dikondisikan dalam keadaan kosong atau nol, baik itu dengan sholat maupun zikir. Dengan begitu kita selalu bersih suci, tanpa noda, sekali ada noda terbersihkan dengan ikhlas ini. Banyak jalan menuju titik ikhlas. Diantaranya dengan sholat juga zikir ataupun tadarrus Al-quran. Namun ini masih sebuah esensinya, dan eksistensinya sendiri kita serahkan diri kita secara total hanya kepada Allah, lalu kemudian kita tutup dengan zikir sebanyak-banyaknya, se-khusyuk mungkin ! kalau perlu dan mampu tanpa putus. Yang ada hanya kekosongan dan kepasrahan. Ketenangan dan kedamaian yang laur biasa. Semuanya menuju ke satu titik yakni ikhlas. Walapun demikian untuk melaksanakan Ibadah tersebut saja, terkadang sangat sulit dan terasa berat untuk melakukannya. Padahal disinilah sebuah titik awal dari sebuah proses keikhlasan itu kita ingin capai.</p>
<p>Bukan hanya itu ketika kita terbiasa untuk selalu ikhlas dengan merasakan dan masuk kedalam sebuah eksistensiNya, eksistensi Allah SWT, maka berkah, rahmat, serta keselamatan, kebahagiaan dan sebagainya akan dengan mudah kita raih. Kualitas diri kita sebagai manusia dalam meniti aktifitas dalam kehidupan ini semuanya terealisasi dengan penuh berkahNya lahir maupun batin. Semua itu adalah manifestasi dari ikhlas.</p>
<p>Begitu luasnya makna dari ikhlas ini, sehingga bagi para ahli-ahli sufi memberikan berbagai interpretasi dari hasil penceburan dirinya dalam lautan ikhlas ini bahwa dengan berjuang dalam eksistensi ikhlas dalam kehidupan di dunia fana ini adalah merupakan salah satu dari makna jihad untuk bertemu dengan Allah SWT, dengan begitu secara tersurat dan tersirat mengatakan inilah sebuah ilmu teringgi yang diberikan oleh manusia, sebuah pemahaman yang hakiki di alam semesta ini. Barangkali kita masih ingat sebuah sinetron yang dibintangi oleh Deddy Mizwar, sebuah sinetron religius dengan tema yang didalamnya adalah bagaimana manusia bisa memaknai “Ilmu Ikhlas” dalam laku sehari-hari. Begitu juga buku yang dikarang oleh Erbe Sentanu, berjudul “Quantum Ikhlas” yang sempat popular di Indonesia, semuanya itu memberikan sebuah pemahaman bahwa ikhlas memang adalah sebuah fenomena manusia di dunia ini untuk begaimana kita bisa mengamalkannya kapan dan dimana saja.</p>
<p>Dalam menulis sekalipun yang disertai komentar-komentar yang diberikan oleh orang lain, entah itu baik atau buruk tetap kita ekspresikan dengan membalas komentar tersebut dengan energi-energi keikhlasan. Sangat jelas terlihat jika ada komentar-komentar yang dilakukan tidak dilandasi dengan ikhlas, yang terkesan dengan gaya bahasa intonasinya. Padahal, komentar yang dijawab dengan energi ikhlas ketika kita membacanya terjadi sebuah koneksitas anatara yang menulis dan yang membaca, antara penulis dengan yang komentator tulisan tersebut, antara komentator satu dengan yang lainnya semua saling terkoneksi menjadi satu dan saling tarik menarik dengan satu energi ikhlas yang memang hanya hanya satu.</p>
<p>Itulah makna ikhlas yang maha luas, sebuah pemahaman yang di telah lama dicari oleh manusia-manusia di muka bumi ini, manusia-manusia yang selalu tertuntun dengan kesadaran tertingginya untuk memahami bahwa merekalah manusia-manusia yang diberikan karunia sebagi mahkluk yang memiliki derajat tertinggi di alam semesta ini. Dengan demikian salah satu kunci untuk membuka jalan menuju proses mencapai ilmu tertinggi adalah Ikhlas, yang sekaligus jalan menuju sebuah pengenalan jati diri kita sebagai manusia.</p>
<p>Akhir dari tulisan sederhana dan tidak ada apa-apanya ini, saya hanya berharap kepada seluruh saudara-saudari yang saya muliakan, bagi yang sempat membacanya, untuk marilah kita menghayati makna totalitas keikhlasan dalam fenomena kehidupan ini dengan penuh penghayatan dan pengamalan. Sama seperti fenomena alur nafas kita yang keluar masuk sesuai dengan ritmenya, namun intinya mutlak ada dalam diri kta.</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr (59) : 18)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2009/10/10/%e2%80%9cikhlas%e2%80%9d-ilmu-tertinggi-di-alam-semesta-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang &#8220;Tragedi Zakat&#8221; Pasuruan</title>
		<link>http://majelisilham.com/2009/08/28/mengenang-tragedi-zakat-pasuruan/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2009/08/28/mengenang-tragedi-zakat-pasuruan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 07:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[MII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran berharga lainnya, dari peristiwa tragedi zakat Pasuruan adalah di saat warga miskin masih membutuhkan bantuan, ketika negara belum mampu mengentaskan warga dari kemiskinan, maka di negara ini masih diperlukan dermawan seperti H Saikhon yang rela menyisihkan sebagian hartanya untuk sesama.
DI bulan Ramdan yang suci ini, setiap umat Islam di samping berkewajiban menjalankan ibadah puasa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelajaran berharga lainnya, dari peristiwa tragedi zakat Pasuruan adalah di saat warga miskin masih membutuhkan bantuan, ketika negara belum mampu mengentaskan warga dari kemiskinan, maka di negara ini masih diperlukan dermawan seperti H Saikhon yang rela menyisihkan sebagian hartanya untuk sesama.</p>
<p>DI bulan Ramdan yang suci ini, <span id="more-307"></span>setiap umat Islam di samping berkewajiban menjalankan ibadah puasa, juga bersedekah, termasuk membayar zakat. <!--more-->Ada hal yang pantas diingat, yakni tragedi pembagian zakat di Pasuruan, Senin 15 September 2008, yang menelan 21 korban jiwa dan puluhan korban luka luka.</p>
<p>Tragedi itu pantas dingat agar tak terulang. Peristiwa tahun lalu itu memberikan kejelasan bagi kita semua akan sesuatu yang sudah jelas, yakni adanya kesenjangan antara si kaya dan si miskin.<br />
Kesenjangan itu tercetak tebal pada pembagian zakat itu, satu keluarga membagi zakat untuk 5.000 warga miskin adalah jawaban kesenjangan yang amat terang. Setiap tahun keluarga H Saikhon membagi zakatnya.<br />
Ada ribuan warga miskin yang berbondong-bondong menunggu momen pembagian zakat itu. Bahkan, setiap tahun bertambah jumlahnya.</p>
<p>Negara, melalui presiden meminta kepolisian untuk memberi sanksi kepada siapapun yang bersalah dalam tragedi itu dengan menitik tekankan pada pencegahan agar tahun di masa depan tidak terjadi peristiwa tragis semacam itu lagi.</p>
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyalahkan cara pembagian zakat yang mendatangkan massa sehingga tidak dapat dikontrol dengan baik. Dari dua tanggapan itu, menunjukan, fokus perhatiannya terbatas pada apa yang terjadi.</p>
<p>Sesungguhnya, hal itu merupakan pelajaran bagi kita semua, termasuk kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa warga miskin di Indonesia masih banyak, tanggung jawab mengentas kemiskinan tetap ada di tangan negara.</p>
<p>Demikian halnya MUI, mendapat pelajaran, ternyata masyarakat masih banyak yang belum memahami bagaimana bersedakah yang baik dan benar sesuai tuntuntan agama Islam. Belum percaya sepenuhnya kepada Badan Amal Zakat yang ada, maupun lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan pada distribusi zakat sedekah dan lain-lain.</p>
<p>Ini menjadi tugas MUI untuk memberikan pencerahan bagi seluruh umat. Cara-cara jitu yang bagaimanakah agar penyaluran sedekah dapat mencapai sasaran, tanpa ada penyimpangan, tanpa korban?</p>
<p>Menyalahkan H Saikhon dan atau keluarganya atas terjadinya tragedi zakat Pasuruan, adalah tindakan yang paling mudah dan paling bodoh. Ketika semuanya telah terjadi, di depan mata kita kesalahan begitu jelas terlihat. Hukum melihat secara benar salah, sehingga ada yang diposisikan sebagai tersangka. Dari sisi agama, dengan mudahnya orang melontarkan, ada riya’ dibalik berzakat.</p>
<p>Marilah kita coba melihat dari sisi posistif atas peristiwa itu. Sudah sepantasnya, apa yang dilakukan H Saikhon diapresiasi posistif, sebab dalam situasi kapitalistik, hedonisme, individualistis, dan di tengah masyarakat yang kesulitan secara ekonomi, terimpit tuntutan biaya Lebaran, masih ada yang rela berbagi rezeki.</p>
<p>Harus diakui, situasi masyarakat seperti sekarang ini, jarang kita temukan dermawan seperti H Saikhon lainnya. Semestinya dipahamai, dalam penyelenggaraan pembagian zakat itu, tidak akan diketemukan motif untuk melakukan “pembunuhan “ terhadap 21 korban.</p>
<p>Sehingga unsur niatpun sesungguhnya tak mungkin dapat diketemukan. Kalau ada hanya ketidaktahuan dalam mengelola pembagian zakat yang efektif, efisien dan tepat sasaran, apalagi jumlah yang hadir pada waktu itu diperkirakan berjumlah lima ribuan itu. Kalaupun menimbulkan korban jiwa maupun luka dari sisi hukum, merupakan kelalaian semata, tidak ada unsur kesengajaan.</p>
<p>Pantas dicatat, bahwa selama ini, cara-cara berderma baik itu bersedekah, berzakat, berbagai suka, selalu dilakukan dengan cara dermawan didatangi oleh kaum miskin papa. Apa yang dilakukan oleh seleberiti, artis, politiis, saat berbagi keceriaan pada waktu berulang tahun, tasyakuran pun mendatangkan para penerima sedekah.</p>
<p>Demikian halnya yang dilakukan oleh pemerintah, rakyat miskin harus berdesak desakan untuk mendapatkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang konon sebagai bantuan kompenmsasi atas naiknya harga BBM tanggal 1 Mei 2008 lalu.</p>
<p>Dari titik ini, kita dapatkan satu kesimpulan, bahwa selama ini apa yang terlihat di depan mata kita, sehari-hari si kaya memamerkan kedermawaannya melalui media massa, yang menambah kepopuleran mereka di mata masyarakat.</p>
<p>Demikian halnya pemerintah, menunjukan kekuasaannya dengan menjadikan rakyat miskin harus repot antri berjam jam, sekedar untuk mendapatkan bantuan Rp 300.000 yang akan habis untuk memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi sehari-hari.</p>
<p>Pelajaran yang dapat kita petik dari tragedi zakat Pasuruan, yaitu bagaimana upaya yang harus dilakukan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat miskin, sehingga masyarakat miskin tidak menjadi tergantung pada kebijakan “memberi batuan” yang cepat habis. Sebab kebijakan dengan label memberi, merupakan pelajaran buruk bagi warga miskin untuk menjadi peminta-minta.</p>
<p>Membuka lapangan pekerjaan, dan kesempatan berusaha di berbagai bidang, merupakan langkah positif bagi masyarakat agar menjadi warga yang mandiri secara ekonomi. Sementara itu kebijakan lainnya yang melakukan penggusuran terhadap pedagang kaki lima, rumah rumah di bantaran sungai, rumah rumah di atas tanah negara, adalah kebijakan pemiskinan jika tidak disertai relokasi ke tempat lain yang memadai.</p>
<p>Pelajaran berharga lainnya, dari peristiwa tragedi zakat Pasuruan adalah di saat warga miskin masih membutuhkan bantuan, ketika negara belum mampu mengentaskan warga dari kemiskinan, maka di negara ini masih diperlukan dermawan seperti H Saikhon yang rela menyisihkan sebagian hartanya untuk sesama.</p>
<p>Tinggal bagaimanakah memanfaatkan sebagaian harta dari para dermawan itu digunakan untuk memberdayakan masyarakat miskin dengan cara-cara yang bijak dan tepat sasaran. Hari hari ini, umat muslim, sudah saatnya kembali membayar zakat, mudah mudahan tidak ada lagi bencana di atas kedermawaan warga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2009/08/28/mengenang-tragedi-zakat-pasuruan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Bulan Sya&#8217;ban</title>
		<link>http://majelisilham.com/2009/08/12/keutamaan-bulan-syaban/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2009/08/12/keutamaan-bulan-syaban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 15:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEISLAMAN]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[MII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Sya&#8217;ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi&#8217;ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.
Karena bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan, karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="contentBerita">Sya&#8217;ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata <em>syi&#8217;ab</em> yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.</p>
<p><span id="more-302"></span>Karena bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan, karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Sya’ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan.</p>
<p>Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan, bulan Sya’ban memiliki berbagai hal yang dapat memperkuat keimanan. Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan pengharapan anugerah dari Allah SWT karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Ramadhan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda,</p>
<div>”<em>Bulan Sya&#8217;ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuas</em>a.” (HR Abu Dawud dan Nasa&#8217;i)</div>
<p>Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada ketika bulan Sya’ban. Periwayatan ini kemudian mendasari kemuliaan bulan Sya’ban di antar bulan Rajab dan Ramadhan.</p>
<p>Karenanya, pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Allah SWT. Pada bulan ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa <em>syafaat</em> (pertolongan), <em>maghfirah</em> (ampunan), dan <em>itqun min adzabin naar </em>(pembebasan dari siksaan api neraka).</p>
<p>Dari sinilah umat Islam, berusaha memuliakan bulan Sya’ban dengan mengadakan shodaqoh dan menjalin silaturrahim. Umat Islam di Nusantara biasanya menyambut keistimewaan bulan Sya’ban dengan mempererat silaturrahim melalui pengiriman oleh-oleh yang berupa makanan kepada para kerabat, sanak famili dan kolega kerja mereka. Sehingga terciptalah tradisi saling mengirim parcel di antara umat Islam.</p>
<p>Karena, di kalangan umat Islam Nusantara, bulan Sya’ban dinamakan sebagai bulan <em>Ruwah</em>, maka tradisi saling kirim parcel makanan ini dinamakan sebagai Ruwahan. Tradisi ini menyimbolkan persaudaraan dan mempererat ikatan silaturrahim kepada sesama Muslim.</p>
<p><strong>Nishfu Sya’ban</strong></p>
<p>Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Keistimewaan bulan ini terletak pada pertengahannya yang biasanya disebut sebagai Nishfu Sya&#8217;ban. Secara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya&#8217;ban atau tanggal 15 Sya&#8217;ban.</p>
<p>Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.</p>
<p>Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya&#8217;ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya&#8217;ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.</p>
<p>Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya&#8217;ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.</p>
<p>Dengan demikian, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan sya’ban dalah bulan yang mulia. Sesungguhnya bulan Sya&#8217;ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.</p>
<div><strong>Syaifullah Amin</strong><br />
<em>Pengurus Pusat Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU</em></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2009/08/12/keutamaan-bulan-syaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIDAK JAMIN MASUK SURGA</title>
		<link>http://majelisilham.com/2009/08/12/tidak-jamin-masuk-surga/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2009/08/12/tidak-jamin-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 15:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[MII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.<br />
<span id="more-298"></span>Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.<br />
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”<br />
“Apa yang sudah anda lakukan?”<br />
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”<br />
“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”<br />
Pemuda itu diam…lalu berkata,<br />
“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”<br />
“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”<br />
“Saya sendiri…hmmm….”<br />
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”<br />
“Jelas dong tuan…”<br />
“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke syurga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”<br />
Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.<br />
“Mana mungkin  di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.<br />
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”<br />
“Toloong diperjelas…”<br />
“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”<br />
“Lho kenapa?”<br />
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”<br />
“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”<br />
“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?<br />
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”</p>
<p>Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.<br />
Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.<br />
“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”<br />
“Saya harus bagaimana tuan…”</p>
<p>“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”<br />
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.<br />
“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah?”<br />
Pemuda itu tetap saja bengong. Mulutnya melongo seperti kerbau. (sfn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2009/08/12/tidak-jamin-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HIKMAH PUASA</title>
		<link>http://majelisilham.com/2009/05/12/hikmah-puasa/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2009/05/12/hikmah-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 08:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[MII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (S.al-Baqarah:183). PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (S.al-Baqarah:183). PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,d</span><span id="more-292"></span><span style="color: black;">engan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.</span><!--more--></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:&#8221;Wahai orang-orang yang beriman&#8221; dan disudahi dengan:&#8221; Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa.&#8221;Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor.&#8221;</span><br />
<span style="color: black;">(H.R.Ibnu Khuzaimah)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan</span><br />
<span style="color: black;">rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Allah berfirman yang maksudnya:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.&#8221; (s.al-A&#8217;raf:31)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Nabi s.a.w.juga bersabda:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Allah berfirman yang maksudnya: &#8220;Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran</span><br />
<span style="color: black;">pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran</span><br />
<span style="color: black;">itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">(s.al-Baqarah:185)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2009/05/12/hikmah-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MARTABAT BURUH MIGRAN</title>
		<link>http://majelisilham.com/2009/05/08/martabat-buruh-migran/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2009/05/08/martabat-buruh-migran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 09:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[MII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[




 

BARU sepekan lalu kita memperingati Hari Buruh. Di tengah hiruk pikuk berita politik di tanah air terkait pemilu dan kasus Antasari Azhar, ada kabar positif yang tidak terlalu mendapat perhatian. Yakni, devisa yang dikirimkan para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tahun lalu naik signifikan. Rupanya, di tengah kondisi krisis ekonomi global saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Arial;">BARU</span></strong><span style="font-family: Arial;"> sepekan lalu kita memperingati Hari Buruh. Di tengah hiruk pikuk berita politik di tanah air terkait pemilu dan kasus Antasari Azhar, ada kabar positif yang tidak terlalu mendapat perhatian. Yakni, devisa yang dikirimkan para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tahun lalu naik signifikan. Rupanya, di tengah kondisi krisis ekonomi global saat ini, semangat mereka tidak kendur. </span><span id="more-274"></span><span style="font-family: Arial;">Jumlah uang yang mereka kirimkan ke tanah air mencapai USD 8,24 miliar atau sekitar Rp 86,7 triliun.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
Seperti yang dirilis Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), kiriman uang (remitansi) para TKI naik sekitar 37 persen. Sebelumnya, para buruh migran </span><span style="font-family: Arial;">Indonesia</span><span style="font-family: Arial;"> itu rata-rata mengirimkan USD 6,1 miliar atau sekitar Rp 64,2 triliun.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
Masuknya aliran uang ke kampung halaman para TKI, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, dan Jawa Timur, itu memang sangat besar artinya bagi daerah. Bukan hanya bagi para anggota keluarga mereka, tapi juga sebagai stimulus ekonomi daerah.</span></p>
<p>Yang perlu diketahui, sekitar Rp 86,7 triliun hasil kucuran keringat para pahlawan devisa tersebut hanyalah yang bisa dihitung lewat kiriman uang melalui jasa perbankan. Karena itu, nilai riil uang kiriman pembantu rumah tangga (PRT) dan pekerja konstruksi di Malaysia, sopir dan PRT di Timur Tengah, serta pekerja sektor manufaktur di Korea Selatan dan Jepang, yang total mencapai 748.825 orang tersebut, bisa lebih besar daripada itu. Sebab, banyak juga uang yang dibawa masuk secara langsung saat mereka pulang atau sambang ke sanak familinya di tanah air.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
Sayang, besarnya kontribusi para TKI tersebut masih belum diimbangi pemerintah dengan memberikan pelayanan dan perlindungan yang memadai. Padahal, hal itulah yang menjadi harapan semua orang atas berdirinya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dulu. Hingga saat ini, masih banyak TKI yang tak berdaya menjadi korban kesewenang-wenangan perusahaan dan majikan tempat mereka bekerja di luar negeri. Termasuk tindak kejahatan -yang kadang juga dilakukan aparat- saat mereka pulang, bahkan sejak menginjakkan kaki di bandara di tanah air.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
Bukan sekadar menyebut mereka dengan &#8220;pahlawan devisa&#8221;, pemerintah dan segenap instansi yang terkait dengan pengiriman TKI ke luar negeri harus memberikan perlindungan maksimal. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
</span><span style="font-family: Arial;">Para</span><span style="font-family: Arial;"> anak bangsa ini rata-rata memang berangkat dari desa yang miskin. Belum seperti Filipina atau </span><span style="font-family: Arial;">India</span><span style="font-family: Arial;"> yang sudah mengirim tenaga kerja yang sudah punya <em>skill,</em> sebagian besar TKI kita memang tenaga kasar. Namun, mereka tetap punya martabat. Dan, sebagai bangsa yang bermartabat, kita wajib menjaga martabat mereka. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
Masih banyak keluarga TKI yang tak berdaya ketika &#8220;pahlawan&#8221; mereka tertimpa masalah. Kisah Kamiah, migran asal Dukuh Tengah, Kecamatan Karangampel, Indramayu, salah satu kantong TKI di Jabar, merupakan salah satu contoh. Sudah tiga bulan keluarganya kehilangan kontak dengan gadis cantik yang bekerja sebagai PRT di </span><span style="font-family: Arial;">kota</span><span style="font-family: Arial;"> </span><span style="font-family: Arial;">Firdaus</span><span style="font-family: Arial;">, </span><span style="font-family: Arial;">Kuwait</span><span style="font-family: Arial;">, itu. Kontak terakhir gadis 24 tahun dengan keluarganya terjadi tiga bulan lalu. Saat itu dia mengadu diperkosa oleh sang majikan sehingga memutuskan akan pulang saat kontraknya habis bulan lalu. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><br />
Keluarga sudah berusaha mencari Kamiah dengan menghubungi instansi terkait, termasuk sponsor yang memberangkatkan dia dulu. Namun, hingga kini keberadaannya masih gelap. Seperti biasa, tidak ada yang peduli.</span></p>
<p>Kisah seperti yang dialami Kamiah itu hanya salah satu contoh kecil tentang minimnya perlindungan buruh migran kita di luar negeri. Ini seperti cerita yang terus diulang-ulang. Namun, kita mesti tidak boleh bosan memperjuangkannya. Sebab, sebagai anak bangsa, orang seperti Kamiah juga layak diperlakukan dengan bermartabat. <strong>(*)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2009/05/08/martabat-buruh-migran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BNP2TKI Lembaga yang Tak Bertaji</title>
		<link>http://majelisilham.com/2008/10/17/bnp2tki-lembaga-yang-tak-bertaji/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2008/10/17/bnp2tki-lembaga-yang-tak-bertaji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 11:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[MII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Muhammad Iqbal *
Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan TKI. Setelah ada UU No 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI -diundangkan semasa pemerintahan Presiden Megawati-, pemerintah mulai menjalankan amanat UU tersebut.
Salah satunya, membentuk Badan Nasional Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) langsung di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height: 5px;">Oleh Muhammad Iqbal *</div>
<p>Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan TKI. Setelah ada UU No 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI -diundangkan semasa pemerintahan Presiden Megawati-, pemerintah mulai menjalankan amanat UU tersebut.<span id="more-213"></span></p>
<p>Salah satunya, membentuk Badan Nasional Pengawasan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) langsung di bawah presiden untuk menjalankan regulasi penempatan serta perlindungan TKI secara terpadu.</p>
<p><strong>Dilema</strong></p>
<p>Dalam perjalanannya, BNP2TKI belum sesuai harapan. Meski menurut UU No 39/2004 BNP2TKI memiliki wewenang penuh dalam menjalankan regulasi penempatan dan perlindungan TKI, dalam praktiknya lembaga tersebut masih mandul. Belum punya taji. Padahal, itu merupakan model yang digunakan pemerintah Filipina dalam mengelola penempatan dan memberikan perlindungan kepada pekerjanya di luar negeri.</p>
<p>BNP2TKI merupakan gabungan berbagai unsur dalam satu badan -mulai Imigrasi, Depnaker, Depdagri, Depsos, hingga kepolisian- untuk memberikan pelayanan terpadu dan perlindungan menyeluruh kepada TKI. Kenyataannya, setelah dua tahun berjalan, badan yang memiliki akses kepada presiden itu masih berjalan tertatih-tatih.</p>
<p>Menurut saya, ada beberapa permasalahan yang menghambat BNP2TKI menjalankan kebijakannya. Pertama<em>, </em>anggaran terbatas. Karena pemerintah belum memberikan anggaran dalam porsi di APBN, mereka belum bisa memberikan pelayanan maksimal kepada TKI. Padahal, TKI merupakan salah satu penyumbang terbesar devisa negara. <em>Remittance</em> yang mereka kirimkan bisa menghidupi jutaan rakyat Indonesia di banyak pelosok tanah air.</p>
<p>Seharusnya TKI diperlakukan layaknya seorang investor yang selama ini mendapat tempat spesial di hati para pejabat. Pengangkutan ketika pulang ke kampung dan pembuatan dokumen keberangkatan yang seharusnya digratiskan pemerintah justru belum bisa diwujudkan.</p>
<p>Pemerintah juga harus menyediakan anggaran khusus untuk pemberdayaan TKI di luar negeri dengan memberikan program-program yang bisa menambah <em>skill</em> mereka secara gratis. Selama ini perwakilan RI di luar negeri jarang memberdayakan TKI dengan alasan terbatasnya anggaran. TKI memerlukan sebuah pengembangan diri dan tempat mencurahkan permasalahannya ketika libur.</p>
<p>Kedua<em>,</em> adanya tarik-menarik kepentingan. Selama ini penempatan TKI menjadi lahan basah bagi beberapa oknum pejabat, mulai jual beli <em>job order</em>, bisnis asuransi, bisnis pengangkutan, pelatihan, pungli pada surat rekomendasi, dan lain-lain. Karena itu, BNP2TKI seharusnya diberi wewenang penuh menjalankan regulasi penempatan serta perlindungan TKI. Yang terjadi, ada kesan kuat Depnakertrans tampaknya merasa tersaingi oleh kehadiran BNP2TKI.</p>
<p>Bahkan, Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI (Binapenta) masih dipertahankan, padahal seharusnya Ditjen Binapenta dibubarkan. Dilebur ke BNP2TKI, sehingga kebijakannya tentang permasalahan TKI bisa dijalankan satu pintu. Anggaran menjadi satu dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan TKI.</p>
<p>Hal yang sama terjadi pada tenaga kerja di kantor-kantor perwakilan RI di luar negeri. Karena menjadi pejabat Depnakertrans, mereka tetap berinduk ke Ditjen Binapenta. Alasannya klasik, anggaran mereka masih berada di Depnakertrans, bukan di BNP2TKI.</p>
<p>Orientasi atase tenaga kerja seperti itu justru mempersempit ruang gerak BNP2TKI yang seharusnya bisa berbuat banyak di luar negeri dalam menerapkan regulasi penempatan TKI.</p>
<p>Departemen terkait lainnya seperti Deplu dan Imigrasi masing-masing juga memiliki kebijakan berbeda dalam menangani TKI. Bahkan, kalau ditanya data TKI, BNP2TKI tidak memilikinya karena berada di departemen lain seperti Deplu dan Imigrasi.</p>
<p>Ketiga, SDM yang terbatas. BNP2TKI yang merupakan gabungan berbagai departemen dan posisi-posisi pejabat eselon I dan II kebanyakan dijabat orang-orang baru untuk menangani TKI. Akibatnya, banyak di antara mereka yang tidak kompeten menangani permasalahan TKI.</p>
<p>Banyak program yang masih belum menyentuh permasalahan dasar TKI. Kebanyakan program masih bersifat jaminan sosial dan administratif. Padahal, aspek perlindungan di luar negeri merupakan hal yang paling mendasar. Perlindungan bukan hanya asuransi. Namun, yang juga penting dan urgen adalah perlindungan keamanan dan keselamatan TKI. Bukan memperlakukan TKI sebagai objek.</p>
<p>Keempat, buruknya sistem. Selama ini pemerintah terlalu memberikan porsi besar kepada pihak swasta dalam penempatan TKI, sehingga penempatan TKI di luar negeri sering tidak terkontrol. Malahan ada yang menjurus ke sistem perbudakan. Pemotongan gaji TKI sampai enam bulan atau jerat utang, penipuan, pemalsuan dokumen oleh oknum PJTKI (pengerah jasa TKI), ancaman, dan intimidasi sering menimpa TKI.</p>
<p>Karena itu, sudah saatnya pemerintah membatasi pihak swasta dalam menempatkan TKI. Proses pemberangkatan yang berbelit-belit dan memerlukan biaya besar membuat TKI mudah terjerat calo, bahkan bekerja secara ilegal menggunakan para tekong.</p>
<p>Sistem penempatan TKI harus dipermudah. Menggunakan satu pintu. Tes kesehatan, tes psikologi, dokumen keimigrasian, asuransi, dan biaya-biaya lain harus dipermurah. Sebab, semua itu menjadi beban TKI. Justru pemerintah seharusnya memberikan subsidi kepada TKI, sehingga mereka bisa menikmati hasil jerih payahnya secara utuh.</p>
<p><strong>*. Muhammad Iqbal</strong>, peneliti masalah TKI dan migrasi internasional; kini kandidat doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2008/10/17/bnp2tki-lembaga-yang-tak-bertaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://majelisilham.com/2008/10/06/hikmah-puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2008/10/06/hikmah-puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 09:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majelis lham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (S.al-Baqarah:183). PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.&#8221; (S.al-Baqarah:183). PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.</span><span id="more-23"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:&#8221;Wahai orang-orang yang beriman&#8221; dan disudahi dengan:&#8221; Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa.&#8221;Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor.&#8221;</span><br />
<span style="color: black;">(H.R.Ibnu Khuzaimah)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan</span><br />
<span style="color: black;">rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Allah berfirman yang maksudnya:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.&#8221; (s.al-A&#8217;raf:31)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Nabi s.a.w.juga bersabda:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">&#8220;Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Allah berfirman yang maksudnya: &#8220;Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran</span><br />
<span style="color: black;">pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran</span><br />
<span style="color: black;">itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black;">(s.al-Baqarah:185)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2008/10/06/hikmah-puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA</title>
		<link>http://majelisilham.com/2008/09/26/hak-asasi-buruh-migran-indonesia/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2008/09/26/hak-asasi-buruh-migran-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 20:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MajelisIlham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[hak azasi]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Persoalan buruh migran menjadi salah satu agenda penting dalam WCAR (World Conference Against Racism, Racial Discrimination, Xenophobia dan Related Intolerance) yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus – 7 September 2001 di Durban, Afrika Selatan. Oleh masyarakat internasional, buruh migran dianggap sebagai entitas sosial yang dalam sejarah kemanusian senantiasa menghadapi tantangan rasialisme, perbudakan, diskriminasi dan bentuk-bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persoalan buruh migran menjadi salah satu agenda penting dalam WCAR (World Conference Against Racism, Racial Discrimination, Xenophobia dan Related Intolerance) yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus – 7 September 2001 di Durban, Afrika Selatan. Oleh masyarakat internasional, buruh migran dianggap sebagai entitas sosial yang dalam sejarah kemanusian senantiasa menghadapi tantangan rasialisme, perbudakan, diskriminasi dan bentuk-bentuk tindakan intoleransi lainnya.<span id="more-3"></span></p>
<p>Sangat disayangkan sebagai negara yang menjadi daerah asal buruh migran, Indonesia (terutama pihak Pemerintah RI) tidak pro-aktif dalam perbincangan dan perdebatan masalah buruh migran di pertemuan tingkat dunia tersebut. Kesempatan berpidato Menteri Kehakiman dan HAM RI, Prof DR. Yusril Ihza Mahendra, SH selaku Ketua Delegasi RI di hadapan peserta konperensi, sama sekali tidak menyinggung masalah buruh migran Indonesia. Seakan bukan persoalan krusial. Justru Ms. Gabriela Rodriguez, United Nations Special Rapporteur on the Human Rights of Migrants (Pelapor Khusus PBB mengenai hak-hak buruh migran) memberi perhatian yang sangat khusus terhadap persoalan-persoalan buruh migran Indonesia.</p>
<p>Ketidaksensitifan pemerintah Indonesia bukan suatu kecelakaan. Presiden Megawati dalam progress reportnya di depan Sidang Tahunan MPR November 2001 menyatakan bahwa telah banyak kemajuan yang dialami dalam upaya perlindungan tenaga kerja Indonesia (buruh migran Indonesia) di luar negeri, hak-hak perempuan dan hak anak. Pernyataan ini tentu sangat diharapkan jika memang realitasnya demikian. Apabila pernyataan tersebut dihadapkan pada kondisi sebenarnya dari para buruh migran Indonesia di luar negeri, khususnya kaum perempuan dan anak-anak, sangatlah bertolak belakang. Maka pernyataan itu lebih tepat dianggap sebagai retorika politik belaka.</p>
<p>Berdasar data KOPBUMI sepanjang tahun 2001 terjadi kasus pelanggaran hak asasi buruh migran Indonesia terhadap 2.239.566 orang, dengan perincian 33 orang meninggal, 2 orang menghadapi ancaman hukuman mati, 107 kasus penganiayaan dan perkosaan, 4.598 orang melarikan diri dari majikan, 1.101 orang disekap, 1820 orang ditipu, 34.707 orang ditelantarkan, 24.325 orang hilang kontak, 32.390 orang dipalsukan dokumennya, 1.563.334 orang tidak berdokumen, 14.222 orang dipenjara, 137.866 orang dipulangkan paksa (deportasi), 222.157 orang diPHK sepihak, 6.427 orang ditangkap/dirazia, 65.000 orang tidak diasuransi ,25.004 orang dipotong gaji sepihak dan 50 orang menghadapi mahkamah syariah. Sementara itu dalam 3 bulan pertama tahun 2002 ini, terjadi eskalasi pelanggaran HAM buruh migran Indonesia di Malaysia seperti penangkapan paksa, razia, pemerasan, penyiksaan dalam kamp tahanan dan pengusiran paksa. Pemerintah Malaysia secara legal akan membatasi masuknya buruh migran asal Indonesia. Sebagaimana tampak akhir-akhir ini hal tersebut mendorong terjadinya deportasi besar-besaran buruh migran Indonesia dari Malaysia yang senantiasa disertai dengan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia.</p>
<p>Diskriminasi buruh migran Indonesia tidak mengenal tempat. Di dalam negeri, mereka diperlakukan sebagai komoditi dan warga negara kelas dua. Mereka mendapatkan perlakuan yang diskriminatif mulai dari saat perekrutan, di penampungan, pemberangkatan maupun saat kepulangan. Terminal III Bandara Soekarno Hatta merupakan tempat nyata dari bentuk diskriminasi terhadap buruh migran Indonesia; dengan memisahkan mereka dengan penumpang umum lainnya.</p>
<p>Sebagai buruh asing di negara tempat bekerja, buruh-buruh ini juga diberlakukan secara diskriminatif. Mereka dilarang mendirikan serikat buruh atau masuk dalam serikat buruh setempat. Buruh migran perempuan yang bekerja di sektor domestik (PRT/Pembantu Rumah Tangga) memperoleh upah lebih rendah dibanding buruh migran laki-laki. Karena waktu kerja yang ketat, banyak buruh migran dihalang-halangi untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.</p>
<p>Lebih dari itu jumlah buruh migran Indonesia yang sebagian besar perempuan dalam konstruksi masyarakat patriarkis rentan terhadap tindak kekerasan yang berbasis pada diskriminasi gender. Kasus-kasus pelecehan seksual, kekerasan fisik, perkosaan yang mengakibatkan kematian masih sering dialami buruh migran Indonesia.</p>
<p>Pemerintah memang telah meratifikasi beberapa instrumen internasional yang terkait dengan diskriminasi (misalnya, CEDAW/Konvensi untuk Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan dan berbagai Konvensi ILO). Meskipun demikian implementasi kebijakan masih mengandung semangat diskriminasi bahkan kebijakan penempatan buruh migran sudah mengarah pada kebijakan perdagangan manusia.</p>
<p>Dalam pembahasan di WCAR, terdapat kemajuan berupa pengakuan hak-hak buruh migran. Dokumen-dokumen yang dihasilkan dalam WCAR, yang menjadi landasan program aksi bersama negara-negara, terdapat klausul-klausul yang mengukuhkan eksistensi buruh migran (termasuk di dalamnya domestic helper) sebagai subyek yang harus dilindungi hak-hak asasinya. Terdapat pula keharusan untuk menghindari terjadinya proses trafficking (perdagangan manusia) serta dihargainya hak-hak keluarga buruh migran untuk berkumpul kembali di negara tujuan bekerja. Dokumen itu juga sepakat bahwa buruh migran memiliki hak atas upah yang sama, asuransi sosial, status hukum yang sama dengan buruh setempat dan menghargai hak-hak ekspresi kultural.</p>
<p>Sebagai komitmen untuk melindungi hak-hak buruh migran dan mencegah berlangsungnya perdagangan manusia, terutama perempuan dan anak WCAR juga merekomendasikan negara-negara anggota meratifikasi International Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families, 1990 dan United Nations Convention against Transnational Organized Crime, the Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children,</p>
<p>Tentunya Indonesia yang merupakan negara anggota PBB dan asal buruh migran wajib memenuhi rekomendasi-rekomendasi diatas. Bahkan disamping Nepal dan Bangladesh, Indonesia merupakan negara yang diharapkan akan meratifikasi dalam waktu cepat mengingat perlindungan yang diberikan konvensi itu juga akan melindungi kepentingan warga Indonesial Ratifikasi atas Konvensi Perlindungan Buruh-buruh Migran dan Keluarganya 1990 akan mempercepat keberlakuannya secara efektif (dibutuhkan ratifikasi 20 negara untuk itu dan saat ini sudah mencapai 19 negara). Komitmen ini sebenarnya hanya merealisasikan janji ratifikasi sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 1998-2003, namun ternyata hingga saat ini inisiatif Pemerintah belum ada.</p>
<p>Di tingkat nasional, Indonesia juga harus segera menerbitkan Undang-Undang Perlindungan Buruh Migran dan Anggota Keluarganya dan membuat Bilateral Agreement yang melindungi buruh migran Indonesia di luar negeri. Seiring dengan hal tersebut, kebijakan-kebijakan yang diskriminatif terhadap buruh migran Indonesia harus dihapuskan.</p>
<p>Sebagai langkah awal yang konkrit, delegasi RI yang mengikuti konperensi tersebut bisa memulai dengan mensosialisasikan hasil-hasil WCAR dengan melibatkan secara penuh para pihak dan konstituen terkait (Departemen Luar Negeri, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Departemen Kehakiman dan HAM, Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, NGO, Pers dan buruh migran).</p>
<p>Disamping itu, Pemerintah Indonesia juga perlu mengundang Ms Gabriela Rodriguez, Pelapor Khusus PBB mengenai hak-hak buruh migran untuk datang ke Indonesia dan negara-negara Timur Tengah serta Malaysia agar memantau dan menginvestigasi serta melaporkan masalah pelanggaran hak asasi manusia buruh migran Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2008/09/26/hak-asasi-buruh-migran-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hak Pekerja Rumah Tangga Diinjak</title>
		<link>http://majelisilham.com/2008/09/26/hello-world/</link>
		<comments>http://majelisilham.com/2008/09/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 09:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MajelisIlham</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[penindasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisilham.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Majikan dan Penyalur Tenaga Kerja Mengeksploitasi dan Melecehkan Pekerja Perempuan
(Kuala Lumpur, 22 Juli 2004) – Ribuan pekerja rumah tangga Indonesia di Malaysia sedang dilecehkan karena kebijakan pemerintah di kedua negara itu gagal melindungi mereka, menurut Human Rights Watch dalam sebuah laporan baru yang diluncurkan hari ini. 
90 persen lebih dari 240,000 pekerja rumah tangga di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hrw.org/indonesian/docs/2004/07/22/indone9119.htm" target="_blank"><strong>Majikan dan Penyalur Tenaga Kerja Mengeksploitasi dan Melecehkan Pekerja Perempuan<br />
</strong></a>(Kuala Lumpur, 22 Juli 2004) – Ribuan pekerja rumah tangga Indonesia di Malaysia sedang dilecehkan karena kebijakan pemerintah di kedua negara itu gagal melindungi mereka, menurut Human Rights Watch dalam sebuah laporan baru yang diluncurkan hari ini. <span id="more-1"></span></p>
<p>90 persen lebih dari 240,000 pekerja rumah tangga di Malaysia adalah warga negara Indonesia. Laporan Human Rights Watch mendokumentasi bagaimana mereka biasa bekerja keras enambelas hingga delapanbelas jam sehari, tujuh hari seminggu, dan digaji kurang dari U.S.$0,25 per jam.</p>
<p>Buruh migran di seluruh dunia mengirim lebih dari $90 milyar ke negara berkembang, melebihi bantuan dana asing. Jumlah buruh migran yang perempuan makin meningkat. Di Indonesia, 76 persen dari semua buruh migran sah di tahun 2002 adalah perempuan. Sebagian besar buruh migran perempuan bekerja di sektor-sektor yang bergaji rendah dan tidak diregulasi, seperti sektor rumah tangga.</p>
<p>Undang-undang Malaysia mengabaikan pekerja rumah tangga dari kebanyakan perlindungan kerja, dan Indonesia masih belum memiliki undang-undang apapun yang secara spesifik melindungi buruh migran. Kedua pemerintah harus membenahi undang-undang ketenagakerjaan, memonitor secara seksama perusahaan jasa tenaga kerja, dan memberikan bantuan pelayanan yang berkualitas bagi korban, kata Human Rights Watch.</p>
<p>“Pekerja rumah tangga asal Indonesia diperlakukan seperti manusia kelas kedua,” kata LaShawn R. Jefferson, Direktur Eksekutif Divisi Hak Perempuan di Human Rights Watch. “Malaysia dan Indonesia harus secara aktif melindungi hak-hak buruh perempuan, bukannya membiarkan masalah ini ditangani oleh penyalur-penyalur tenaga kerja yang seringkali bertanggungjawab atas pelecehan.”</p>
<p>Laporan Human Rights Watch sepanjang 110 halaman, “Mencari Bantuan: Pelecehan terhadap Pekerja Rumah Tangga Migran Perempuan di Indonesia dan Malaysia,” mendokumentasi pelecehan dan eksploitasi yang dihadapi pekerja rumah tangga perempuan di setiap tahap migrasi.</p>
<p>Kebanyakan pekerja rumah tangga dilarang meninggalkan tempat kerja mereka dan jumlah yang tak diketahui menderita pelecehan psikologis, fisik, dan seksual dari agen kerja dan majikan. Sebagian pekerja rumah tangga migran terjebak dalam situasi trafficking (perdagangan manusia) dan kerja paksa: mereka ditipu mengenai kondisi dan jenis pekerjaan mereka, dikurung dalam tempat kerja, dan tidak menerima gaji apapun.</p>
<p>Perusahaan jasa tenaga kerja di Indonesia dan Malaysia menguasai sebagian besar aspek proses migrasi dan penempatan dengan hanya sedikit pemantauan dari kedua pemerintah, menurut Human Rights Watch. Di Indonesia, agen tenaga kerja sering menjadikan calon pekerja korban dari pemerasan, proses-proses rekrutmen yang diskriminatif, dan pengurungan selama berbulan-bulan di tempat-tempat pelatihan yang penuh sesak. Di Malaysia, agen tenaga kerja seakan tuli terhadap pengaduan-pengaduan perempuan mengenai perlakuan yang melecehkan, dan permohonan-permohonan mereka agar dipulangkan.</p>
<p>Menurut Human Rights Watch, banyak majikan menahan gaji pekerja rumah tangga mereka hingga akhir kontrak standar dua tahun. Banyak pekerja rumah tangga yang tidak dibayar gaji penuh mereka dan hanya memiliki kemungkinan kecil untuk mendapatkan ganti rugi. “Perempuan Indonesia meninggalkan segalanya untuk mencari hidup di Malaysia,” Varia menambah. “Mereka sering pulang tanpa gaji sah mereka, sementara semua orang lain dalam proses ini mengambil untung dari mereka.”</p>
<p>Indonesia dan Malaysia sedang menegosiasikan sebuah Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding atau MoU) tentang pekerja rumah tangga migran. Human Rights Watch menyambut inisiatif ini, tetapi mengingatkan bahwa perjanjian ini harus memastikan kebebasan bergerak dan berorganisasi, termasuk kontrak standar yang secara penuh melindungi hak ketenagakerjaan pekerja, dan mengandung ketentuan-ketentuan mengenai ganti rugi jika terjadi kasus pelecehan.</p>
<p>Human Rights Watch meminta pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk melakukan serangkaian perbaikan, yang meliputi:<br />
• Memperbaiki perlindungan-perlindungan hukum dengan menciptakan undang-undang mengenai perlindungan buruh migran, dan dengan membenahi undang-undang ketenagakerjaan dan imigrasi yang sekarang ada agar memberikan perlindungan setara bagi buruh migran;<br />
•	Mengatur dan memonitor secara seksama kegiatan penyalur tenaga kerja dan kondisi di tempat pelatihan di Indonesia;<br />
• Menginspeksi kondisi tempat kerja di Malaysia dan menciptakan mekanisme-mekanisme pengaduan bagi pekerja rumah tangga migran yang menderita pelecehan;<br />
• Memberikan sumberdaya untuk meningkatkan akses pekerja rumah tangga terhadap pelayanan kesehatan, bantuan hukum, dan bantuan pelayanan lainnya; dan<br />
•	Memperbaiki usaha-usaha untuk mencegah dan menangani perdagangan manusia (trafficking) untuk kerja paksa.</p>
<p>Human Rights Watch juga meminta para donor internasional dan ASEAN mendukung inisiatif-inisiatif seperti perjanjian-perjanjian ketenagakerjaan multilateral, agar melindungi hak-hak pekerja rumah tangga migran.</p>
<p>Beberapa kesaksian pekerja rumah tangga dan agen tenaga kerja yang ditemukan dalam laporan ini:<br />
(Nama samaran digunakan bagi pekerja perempuan untuk melindungi privacy mereka dan mencegah retaliasi)</p>
<p>Nyatun Wulandari, usia duapuluh tiga tahun, bertutur, “Saya bekerja untuk lima orang, anak-anaknya sudah dewasa. Saya membersihkan rumah, dapur, mengepel lantai, menyetrika, menyedot debu, dan membersihkan mobil. Saya kerja dari jam 5 pagi sampai jam 2 pagi setiap hari. Saya tidak pernah mendapatkan waktu istirahat; saya mencuri waktu agar dapat istirahat. Hanya sekali saya dibayar, 200 ringgit [U.S.$52.63]. Saya tidur di dapur di atas tikar. Saya tidak diperbolehkan keluar rumah.”</p>
<p>Jumilah Ratnasari, usia tigapuluh dua tahun, bercerita, “Ada hampir tujuh ratus orang [di pusat pelatihan]. Ada yang menjadi gila. Semuanya perempuan…. Ada yang menunggu di sana selama enam bulan. Kebanyakan dari mereka ingin meninggalkan perusahaan itu, tapi untuk melakukannya harus bayar satu juta rupiah [U.S.$122]. Banyak yang kabur dengan cara memanjat tembok. Kita tidak diperbolehkan keluar. Ada banyak [petugas] keamanan&#8212;yang keras&#8212;dan pagar-pagar yang terkunci. Kalau ada yang kabur, [petugas] keamanan dihukum, mereka menelfon agen-agen di Lombok untuk memastikan apakah yang kabur pulang ke rumah.”</p>
<p>Arianti Harikusumo, usia duapuluh tujuh tahun, bercerita, “Waktu saya meminta gaji saya, majikan memukul saya. Saya tidak pernah mendapatkan gaji saya, majikan tidak memberi saya uang. Majikan tidak pernah memberikan saya satu ringgitpun. Kalau majikan-majikan saya keluar, mereka mengunci pintu dari luar dan membawa kuncinya. Majikan saya melarang saya berbicara dengan tetangga. Dia tidak membolehkan saya menggunakan telpon atau menulis surat. Saya meminta majikan saya agar menulis surat kepada keluarga saya dan dia tidak memberi izin.”</p>
<p>Susanti Pramono, usia duapuluh tahun, bertutur, “Waktu ibu [majikan] pergi mengantar anak-anak ke rumah nenek, [majikan] yang lelaki tinggal di rumah…. Dia memperkosa saya berkali-kali. Sekali sehari, setiap hari untuk tiga bulan. Dia sering memukul saya karena saya tidak mau melakukan seks.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisilham.com/2008/09/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
